Cerita-Cerita dari LaSastra 5: Hari Kedua


With my funky English teacher, Mrs. Isti

With my funky English teacher, Mrs. Isti

Sebelumnya: Cerita-Cerita dari LaSastra 5 Hari Pertama

Pada hari kedua LaSastra 5, 30 Oktober 2014, saya datang lagi. Tapi, kali ini saya datang sebagai tamu sekaligus pedagang buku, menjajakan Rahasia Hujan di baazar acara. Jadi, di hari ini saya lebih santai, tidak perlu gugup memikirkan soal naik panggung atau lain sebagainya. Saya juga bisa berinteraksi dengan siswa-siswi SMAN 5 Bogor, atau siswa-siswi dari sekolah lain yang datang sebagai peserta. Mereka membeli buku, ngobrol, sampai dipaksa selfie dengan saya. Hahaha. Senangnya lagi, ternyata adik kelas saya waktu masih di SMAN 5, Raidinal Aliffahrana, juga menyempatkan diri untuk hadir.

Dengan siswi-siswi kece

Dengan siswi-siswi kece penggemar Rahasia Hujan. Hihihi.

Selfie

Selfie

Pada hari itu, bintang tamu yang datang jauh lebih mentereng ketimbang “alumni yang jadi penulis lalu diundang ke LaSastra 5”. Tak tanggung-tanggung, yang datang adalah Donny Dhirgantoro, penulis novel mega best seller 5 CM, dan band Tangga (yang sekarang ganti nama jadi band Dekat). Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu mereka.

Masih memiliki sedikit privilege sebagai alumni dan bintang tamu kemarin sore, saya diizinkan panitia bertemu mereka. Pertama, saya bertemu dengan Bang Donny Dhirgantoro. Saya memperkenalkan diri dan memberi novel Rahasia Hujan untuk dia. Mungkin karena sama-sama penulis akhirnya kami mengobrol cukup lama. Bang Donny bilang dia sedang ada proyek untuk membuat film. Dan, surprise-nya lagi, dia juga minta saya untuk mengirimkan novel pertama saya (yang kebetulan tidak saya bawa waktu itu). Terakhir, sebelum pamit, saya minta foto bersama dengan Bang Donny.

With Donny Dhirgantoro

With Donny Dhirgantoro

Mangsa selanjutnya adalah personel band Tangga. Mereka baru selesai makan dan sedang bersiap-siap. Saya datang untuk menghadiahkan Rahasia Hujan dan SKSD (sok kenal sok dekat) sebentar sebelum mengganggu mereka untuk berfoto bersama. Untungnya, mereka sangat ramah sehingga saya tidak perlu diusir oleh security karena telah mengganggu Tata yang masih makan. Yang jelas, saya sudah senang dan puas sudah bertemu mereka. Tinggal menunggu kehadiran mereka di atas panggung.

With Kamga, Chevrina, and Tata

With Kamga, Chevrina, and Tata

E ciyee di-mention

E ciyee di-mention

Yang pertama muncul di panggung adalah Bang Donny, disambut hangat oleh peserta. Rasanya tak ada orang di bawah tenda LaSastra 5 yang belum membaca novel atau menonton film 5CM. Dia pun segera menceritakan pengalamannya menerbitkan buku hingga memberi saran, tip, dan trik dalam menulis. Meski tidak ada sesi tanya jawab ke peserta, tapi sepertinya peserta cukup puas.

Lalu giliran Tangga, yang benar-benar ditunggu. Bahkan panitia sampai kelimpungan untuk menjaga panggung. Akhirnya peserta diperbolehkan untuk mendekati panggung tapi mereka harus duduk (mungkin supaya enggak ricuh dan mengakibatkan Tata harus lari dari kejaran ABG-ABG putri yang kesengsem dengan jenggot Seneca Crane-nya).

Dan, Tangga pun memberi pertunjukan yang terus memproduksi mass hysteria dengan lagu-lagu mereka yang catchy, familiar, dan vokal yang apik. Mereka mengakhiri pertunjukan dengan lagu “Hebat” yang sangat cocok sekali untuk menutup acara LaSastra 5. Lagu itu seolah ingin bilang ke peserta kalau mereka semua hebat karena telah mengikuti lomba dengan sebaik-baiknya. Juga seperti ingin bilang ke panitia kalau mereka semua hebat sebab sudah mampu mengadakan acara sekaliber LaSastra 5.

Dan… dan, mungkin saja mereka ingin bilang hebat ke saya karena sudah bisa menjadi seorang novelis #kegeeran #blush. Hahahaha 😀

Intinya—mengambil istilah anak-anak remaja zaman sekarang—LaSastra 5 pecah serunya! Kegembiraan terus berlangsung sewaktu para pemenang lomba diumumkan. Setelahnya, maka berakhir sudah acara LaSastra 5. Para panitia berkumpul di depan panggung dan mereka merayakan kesuksesan dengan berfoto dan menyanyikan theme song LaSastra 5. Saya pun tak mau kalah, dengan tidak tahu malu melakukan ultimate selfie dan foto bareng bersama para panitia.

LASASTRA 5 SELESAI!

LASASTRA 5 SELESAI!

Suasananya begitu menggugah. Mereka bernyanyi-nyanyi lantang, melonjak-lonjak gembira, lega karena acara yang telah mereka rencanakan 3 bulan sebelumnya berhasil dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Suasana haru pun terlihat, membuat saya teringat kembali pengalaman yang sama sewaktu selesai mengadakan LaSastra 5 satu dekade silam. Terlihat sekali adik-adik kelas saya itu telah berusaha keras demi menyukseskan LaSastra 5, dan sore itu segala jerih payah mereka terbayar tuntas.

Wajah lega Bu Dini, Ketua Panitia, dan siswa-siswinya

Wajah lega Bu Dini, Ketua Panitia, dan siswa-siswinya

Melihat mereka, saya jadi tersenyum sendiri. Saya memang selalu senang melihat remaja-remaja yang aktif dan mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif. Di tengah ramainya berita negatif tentang citra remaja di negeri ini, ternyata masih jauh lebih banyak remaja-remaja yang menyibukkan diri untuk menempa potensi diri dan berprestasi seperti mereka-mereka yang ada di depan saya.

We are the Part of LaSastra 5!

We are the Part of LaSastra 5!

I need to post this! Katanya waktu SMA w sama gantengnya dengan Tamma :D

I need to post this! Katanya waktu SMA w sama gantengnya dengan Tamma 😀

Pada akhirnya, saya pun pamit ke mereka. Saya sempat menghadiahkan satu eksemplar Rahasia Hujan dan mug ke pihak sekolah dan panitia sebagai kenang-kenangan. Saya pun pulang dengan perasaan sangat senang. Senang karena telah diundang ke acara LaSastra 5, juga senang karena LaSastra 5 sudah jauh lebih besar dan lebih baik.

Kenang-kenangan buat panitia

Kenang-kenangan buat panitia

Untuk adik-adik kelas saya yang telah bekerja keras menyelenggarakan LaSastra 5, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih telah menjaga tradisi LaSastra 5 dan membuat saya bangga pernah menjadi bagian dari tradisi tersebut. I salute you all! Sukses buat kalian semua.

Foto bareng Ketua OSIS & Ketua Pelaksana

Foto bareng Ketua OSIS & Ketua Pelaksana

 

@AdhamTFusama

Advertisements

Cerita-Cerita dari LaSastra 5: Hari Pertama


The stage is ready

The stage is ready

Tanggal 29 Oktober 2014 kemarin saya berkesempatan untuk hadir di acara LaSastra 5 ke 14. Datang ke acara tersebut membangkitkan kembali kenangan-kenangan indah sewaktu saya masih SMA terutama waktu menjadi panitia LaSastra 5 sepuluh tahun yang lalu. Dan, rasanya senang sekali melihat LaSastra 5 kali ini jauh lebih baik, jauh lebih besar, dan jauh lebih meriah ketimbang sepuluh tahun yang lalu. Artinya, pihak sekolah dan adik-adik kelas saya benar-benar bekerja keras melanjutkan acara yang paling dibanggakan SMAN 5 Bogor ini.

Pada saat LaSastra 5 kemarin, ini pertama kalinya saya diperlakukan layaknya bintang tamu yang benar-benar bintang tamu, karena saya dipersiapkan sebuah ruangan khusus yang besar dan nyaman. Ruangan yang dipakai adalah Lab IPS, letaknya tak jauh dari belakang panggung, dan daerah tersebut diblokade panitia sehingga steril dari para peserta, atau fans yang barangkali menggila waktu tahu idolanya sudah hadir di LaSastra 5.

The problem is… I don’t think I have the fanatic groupies or whatsoever because I’m not a superstar. Jadi, walau ruangan tersebut ada sofa nyamannya, disiapkan makanan, dan ada panitia yang siap melayani kapan saja, saya dengan cepat merasa bosan, akhirnya memutuskan untuk berkeliling, melihat-lihat wajah baru sekolah saya dulu yang sekarang sudah jauh lebih besar. Bahkan SMAN 5 Bogor sudah punya bangunan berlantai tiga, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan satu dekade yang lalu. Tentu saja rasanya membanggakan, walau agak iri juga karena dulu saya bersekolah di tempat yang benar-benar dijuluki “Kotak Sabun” saking mungilnya.

Dan, sepertinya saya agak terlalu sering mondar-mandir, sehingga panitia sempat kelimpungan mencari saya. Untuk tingkah saya yang merepotkan dan tidak mau mengikuti SOP panitia, saya mengucapkan mohon maaf pada adik-adik panitia. Mohon dimaklumi Akang kalian yang satu ini masih norak dan belum terbiasa dengan fasilitas-fasilitas ala seleb seperti ini. Maaf yaaa… Ehehehe #garukgarukkepala

Senangnya, saya sempat dikunjungi oleh beberapa guru saya, seperti Pak Ruspita yang melegenda, dan Bu Erlinda serta Bu Marry yang datang langsung protes ke saya, karena beliau baru tahu kalau saya yang menjadi bintang tamu. Semula, beliau mengira saya cuma alumni enggak punya kerjaan yang mondar-mandir di acara LaSastra 5. Hahaha. Selain itu, dua orang teman dari angkatan saya juga menyempatkan diri untuk hadir, yakni Verdika Ismardiansyah dan Noni Astria. Mereka adalah rekan seperjuangan di kepengurusan OSIS. Dan, keduanya sudah berkeluarga bahkan sudah bisa bikin anak-anak yang lucu.

Bincang-Bincang di LaSastra 5

Bincang-Bincang di LaSastra 5

Siang hari, tibalah waktunya buat saya untuk naik ke atas panggung. Terus terang agak grogi juga karena ini pertama kalinya saya berbicara di depan ratusan orang seperti ini. Untungnya semua berjalan lancar, di mana adik-adik kelas saya sudah cukup mahir menjadi host. Di akhir acara, saya menghadiahkan buku untuk 3 orang penanya, plus dikasih hadiah juga oleh panitia. Saya mendapat semacam prasasti kenang-kenangan dari panitia LaSastra 5. Bisa dibilang, ini adalah penghargaan pertama yang diberikan sekolah untuk saya. Agak merasa bersalah juga sih sebab zaman SMA dulu saya terbilang miskin prestasi sehingga tidak pernah menyumbangkan piala apa-apa untuk sekolah. Hahaha.

Yang datang ke acara LaSastra 5 rame banget!

Yang datang ke acara LaSastra 5 rame banget!

Nevertheless, saya sangat berterima kasih dan terharu sekali bisa mendapat penghargaan tersebut. Lebih dari itu, saya merasa sangat terhormat bisa diundang ke acara LaSastra 5. Semoga kelak, LaSastra 5 bisa lebih berkembang, maju, dan semakin bergengsi. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat para guru, panitia, dan seluruh pihak pelaksana LaSastra 5, yang telah sudi mengundang saya untuk datang ke acara yang begitu dekat di hati saya tersebut.

So proud to have this. Thank you SMANLI!

So proud to have this. Thank you SMANLI!

Terima kasih.

 

Bersambung ke Cerita-Cerita LaSastra 5: Hari Kedua

@AdhamTFusama

Saya dan La Sastra 5


Saya masih teringat dengan keputusan nekat saya untuk menjadi anggota OSIS SMAN 5 Bogor saat duduk di kelas 2 SMA (sekarang kelas 11). Itu karena saya ingin lebih membuka diri dan menikmati masa remaja yang katanya masa terindah dalam hidup. Sebelumnya, di kelas 1 SMA, saya termasuk siswa yang tertutup. Teman pun cuma kenal segelintir. Niat untuk bergabung dengan OSIS adalah salah satu keputusan paling berani yang pernah saya ambil saat SMA, dan keputusan tersebut tidak pernah saya sesali setelahnya.

Meski harus berjuang mati-matian dalam tes masuk, saya benar-benar menikmati masa SMA begitu menjadi anggota OSIS. Saya jadi banyak kawan, melatih potensi diri, belajar banyak soal organisasi, dan belajar mengadakan acara-acara sekolah, salah satunya La Sastra 5.

La Sastra 5 adalah singkatan dari Lomba Bahasa dan Sastra SMAN 5 Bogor. Sebagai siswa yang hobi menulis sejak kecil, bagi saya La Sastra 5 adalah acara paling keren yang pernah diadakan sekolah saya. Waktu itu, saya menganggap La Sastra 5 itu seperti OzFest dunia literasi. The bad ass literary event I’ve ever involved with. Hahaha.

Kalau tidak salah, La Sastra 5 pertama kali diselenggarakan tahun 2000, namun sempat vakum dan baru diadakan lagi pada saat saya menjadi anggota OSIS. Acaranya meliputi lomba resensi novel, lomba menulis puisi, lomba membaca puisi, dan lain sebagainya.

My old self: si culun yang berharap menang lomba di La Sastra 5

My old self: si culun yang berharap menang lomba di La Sastra 5

Dulu, karena saya panitia, saya tidak bisa mengikuti lomba-lomba yang ada. Padahal, saya ingin sekali ikut lomba meresensi novel meski belum pernah meresensi apa pun. Di mata saya, lomba itu sangat menantang, bahkan sulit, mungkin sama sulitnya dengan menulis skripsi.

Tapi, ada acara yang paling saya sukai di La Sastra 5, yakni bincang-bincang dengan bintang tamunya. Saya tidak tahu bagaimana rekan panitia saya melakukannya, tapi mereka berhasil mengundang sastrawan Imam Soleh dan penulis Fira Basuki.

Foto bersama Imam Soleh dan Fira Basuki. Tebak saya yang mana! :D

Foto bersama Imam Soleh dan Fira Basuki. Tebak saya yang mana! 😀

Saya masih ingat bagaimana terkesimanya saya melihat Imam Soleh membacakan puisi di atas panggung. Semangatnya menggelora, suaranya lantang menggetarkan, entakan kakinya mungkin bisa saja merobohkan panggung. Yang jelas, Imam Soleh baru saja menampilkan pembacaan puisi paling keren yang pernah saya lihat seumur hidup. Bahkan setelah beliau selesai pun rahang saya masih sulit dikatupkan. Sungguh menggetarkan.

Dan, saya juga ingat betapa cantiknya Mbak Fira Basuki. Bisa jadi dia adalah penulis paling cantik yang pernah saya kenal waktu itu. Datang dengan pakaian nyentrik, Mbak Fira menunjukkan kalau dia memang penulis yang smart and witty. Sejak saat itu, saya jadi kerajingan membaca buku-bukunya. Jendela-Jendela, Atap, Pintu, Biru, dan Rojak saya baca semua.

Ada momen sedih ketika sesi tanya jawab dengan Mbak Fira. Saya yang dengan semangat mengacungkan tangan rupanya tidak cukup untuk menarik perhatian Mbak Fira. Padahal, saya ingin menanyakan apa-apa saja yang perlu dilakukan oleh siswa culun seperti saya untuk bisa menjadi penulis hebat sepertinya. Barangkali pertanyaan tersebut tidak akan pernah saya dapatkan jawabannya dari beliau. Hahahaha.

Tanda tangan Fira Basuki

Tanda tangan Fira Basuki

Tapi, saya tidak bersedih. Saya mendapat kesempatan buat berfoto bersama Imam Soleh dan Fira Basuki, plus mendapat tanda tangan Mbak Fira yang masih saya simpan sampai sekarang. Intinya, meski La Sastra 5 tahun itu selesai, momen-momen menyenangkan tersebut tetap saya ingat sampai sekarang.

Bahkan, saya sempat punya mimpi muluk untuk cepat-cepat jadi penulis biar kelak bisa diundang ke acara La Sastra 5. Waktu saya bilang, “nanti gue pengen jadi bintang tamu di La Sastra 5, ah!” teman saya cuma tertawa kecil dan menepuk punggung saya—antara mengamini perkataan saya sekaligus menaruh rasa iba pada saya yang terlalu sering mengalami delusi. Hahaha.

Tapi, siapa yang menyangka kalau mimpi muluk tersebut ternyata bisa menjadi kenyataan?

Setelah bertahun-tahun gagal menjadi penulis, setelah daftar penerbit yang pernah menolak naskah saya bertambah panjang, setelah melewati pahit-manisnya menerbitkan novel sendiri, akhirnya saya berhasil juga menjadi penulis yang novelnya diterima penerbit besar.

Saya masih ingat waktu mendapat 10 eksemplar buku lepas yang khusus diberikan penerbit untuk penulisnya, saya langsung menyisihkan 1 eksemplar Rahasia Hujan buat perpustakaan SMAN 5 Bogor. Tahun sebelumnya saya juga menyumbangkan novel pertama saya untuk sekolah tercinta.

Guru-guru saya dan Rahasia Hujan

Guru-guru saya dan Rahasia Hujan

Kalau tidak salah, hari Jumat saya mampir ke SMA saya itu dengan niat menyumbangkan buku sekaligus silaturahmi dengan guru-guru saya di sana. Kata orang, silaturahmi membuka pintu rezeki. Hari itu, saya membuktikan kebenaran kalimat tersebut. Tak disangka, guru-guru saya begitu antusias mengetahui kalau saya menerbitkan novel. Mungkin jarang sekali alumni SMAN 5 Bogor yang menjadi penulis.

Bahkan, waktu itu Bu Maria—guru bahasa Inggris saya—sempat berceletuk, “Eh, bentar lagi kan ada La Sastra 5. Kamu aja yang dateng (jadi bintang tamu)!”

Saya kaget mendengarnya tapi cuma tertawa kecil saja. Saya, yang sudah terbiasa mengalami kegagalan dan kekecewaan, hanya bisa mengamini. I always wish and pray for the best but also prepare for the worst. Saya akan senang sekali kalau benar-benar diundang menjadi bintang tamu di La Sastra 5, kendati tidak mau terlalu banyak berharap.

Tapi, Alhamdulillah, kali ini saya tidak perlu kecewa. Suatu sore saya mendapat telepon yang mengaku siswa SMAN 5 sekaligus panitia La Sastra 5, menanyakan apakah saya mau jadi bintang tamu di sana. Jelas saya terkejut tapi tetap berusaha kalem biar bisa jaga image di hadapan adik kelas. Hahahaha. Saya menjawab, saya bersedia jadi bintang tamu. Setelah telepon ditutup, barulah saya berjingkrak-jingkrak kegirangan.

La Sastra 5 tahun 2014

La Sastra 5 tahun 2014

Saya sendiri masih tak percaya kalau mimpi kecil saya dulu bisa terealisasi… dan cuma butuh waktu sepuluh-sebelas tahun kemudian. Apalagi, pada saat La Sastra 5 nanti, saya akan hadir bersama nama-nama hebat lainnya seperti Donny Dhirgantoro, band Tangga, dan Babe Cabiita.

Saya akan menjadi bintang tamu di acara La Sastra 5 tahun 2014 pada hari Rabu, 29 Oktober 2014 setelah makan siang. Bagi teman-teman yang mau hadir, saya datang kehadirannya, ya!

Saya yakin, La Sastra 5 tahun ini akan sangat hebat.

 

@AdhamTFusama

 

#KampanyeHitamDSC Menolak Golput


Masa tenang dilarang kampanye lagi? Peduli amat! Justru di masa tenang seperti ini adalah kesempatan untuk berkampanye hitam ala Dead Smokers Club!

Berikut adalah sedikit dari sekian banyak oknum yang menggerakkan #KampanyeHitamDSC!

Bawaslu, catch us if you can!

@LuckyR12

@LuckyR12

@SaphiraAdinda

@SaphiraAdinda

@AliArsaTweet

@AliArsaTweet

@nikmah_kyung

@nikmah_kyung

@Yua0o0

@Yua0o0. Boys, please hold your orgasm!

And girls, please hold your orgasm! Silakan pilih sendiri anggota DSC favorit kalian berikut ini:

@falgabara dkk

@falgabara dkk

So, tangkap kami, Bawaslu! Tapi kami tidak akan berhenti menyebarkan #KampanyeHitamDSC untuk mempromosikan gerakan anti-GOLPUT! Buat kamu-kamu remaja cerdas, keren, dan cinta Indonesia, gunakan hak suara kamu pada Pemilu 9 Juli 2014 besok! Ingat, suara kamu menentukan masa depan bangsa kita! Pilih calon presiden sesuai hati nurani kamu dan tetap jaga persaudaraan dan perdamaian!

DEAD SMOKERS CLUB MENOLAK UNTUK GOLPUT!

#KampanyeHitamDSC Menolak Golput!

#KampanyeHitamDSC Menolak Golput!

@AdhamTFusama

The Liebster Award 2014


The Liebster Award is Coming to get You! Roar!

The Liebster Award is Coming to get You! Roar!

Wah tahun ini kena “getah” Liebster Award lagi. Hahaha. Terima kasih Hardy Zhu dan Ajen Angelina. Berikut adalah ketentuan dari Liebster Award.

 

  1. Setelah mendapat award ini, kamu harus posting juga di blog kamu.
  2. Ucapkan terima kasih dan beri backlink orang yang telah memberi award ini.
  3. Share 11 hal tentang dirimu.
  4. Jawab 11 pertanyaan dari orang yang sudah memberi award ini ke kamu.
  5. Pilih 11 blogger yang mau kamu beri award ini dan beri 11 pertanyaan juga.

 

Berikut adalah 11 hal tidak penting dari diri saya.

  1. Adham T. Fusama adalah nama pena.
  2. Seorang penulis, editor, dan guru bahasa Inggris.
  3. Novel pertama yang diterbitkan berjudul Dead Smokers Club.
  4. Insya Allah akan segera menerbitkan novel kedua berjudul Rahasia Hujan terbitan Moka Media.
  5. Secara mengejutkan menjadi salah satu pemenang favorit di Lomba Menulis Novela 2014.
  6. Insya Allah novela berjudul Dead Delivery Service akan diterbitkan oleh Gramediana.com.
  7. Penulis favoritnya adalah Roald Dahl, J.K. Rowling, Dee, Quentin Tarantino, Wes Anderson, dan Eiichiro Oda.
  8. Buku favoritnya adalah seri Harry Potter, seri Supernova, To Kill a Mockingbird, The Godfather, dan masih banyak lagi.
  9. Film favoritnya adalah Pulp Fiction.
  10. Band favoritnya adalah Yeah Yeah Yeahs.
  11. Makanan dan minuman favoritnya adalah pempek, cokelat, dan teh.

 

Berikut jawaban pertanyaan dari Hardy Zhu:

  1. Alasan menjadi blogger? Salah satunya adalah supaya punya media promosi buku di dunia maya. Hahaha.
  2. Apa yang paling kamu benci? Banyak sih. Hahaha.
  3. Pengorbanan apa yang pernah kalian lakukan? Umm… apa ya? Saya yakin pernah melakukan pengorbanan sebelumnya tapi seringkali saya tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Jadi tidak ingat deh. Hahaha.
  4. Sebutkan satu kesalahan yang pernah kalian lakukan? Ini juga banyak. Mau list-nya? Hahaha.
  5. Bagaimana pendapat kalian tentang blogmu? Hadeuh, si Hardy narsis. Hehehe. Bagus tapi kurang terasa personal touch-mu di tampilan blognya.
  6. Sebutkan satu kata yang menggambarkan dirimu! Whimsical.
  7. Jika rumahmu kebakaran, apa yang pertama kali kamu selamatkan selain diri sendiri? Keluarga.
  8. Apa cita-citamu? Penulis sukses, terkenal, dan berpengaruh; editor profesional; wirausahawan sukses; guru yang inspiratif. Banyak, ya? Hahaha.
  9. Film apa yang berada di peringkat satu di dalam hati dan pikiranmu? Pulp Fiction.
  10. Bagaimana ciri-ciri pasangan idealmu? Seiman dan saleha—cantik luar dalam. Hehehe.
  11. Apa harapanmu untuk ke depan? Selalu berusaha yang terbaik, belajar dari kegagalan juga kesalahan, dan terus mau belajar serta berusaha.

 

Berikut jawaban dari Ajen Angelina:

  1. Apa yang kamu tuangkan dalam blog kamu? Seperti tagline blog ini: books, movies, musics and beyond. Beyond di sini adalah apa pun yang saya suka.
  2. Adakah buku yang kamu baca lebih dari dua kali? Buku apakah itu? Dan kenapa? Banyak. Salah satunya adalah seri Harry Potter yang boleh jadi memberi pengaruh pada gaya menulis saya.
  3. Kalau dikasih uang 1 miliar apa yang kamu lakukan? Zakatkan dan buat modal usaha.
  4. Lebih suka Twitter atau Facebook? Dua-duanya. Twitter lebih efektif dan lebih viral untuk mempromosikan buku. Facebook lebih asyik buat hangout bersama teman-teman di dunia maya.
  5. Negara yang ingin kamu tinggalin selain Indonesia? Ini pertanyaannya membingungkan karena sebenarnya saya tidak berniat meninggalkan Indonesia. Hahaha. Mungkin maksudnya negara yang ingin menjadi tempat tinggal kedua selain Indonesia kali, ya? Kalau itu pertanyaannya, jawaban saya Inggris.
  6. Apa yang kamu lakukan untuk mengembalikan mood jika stres? Makan, nonton, jalan-jalan.
  7. iPhone, Android, atau Blackberry? Android, karena saya penggunanya.
  8. Kamu lebih memilih buang galau di laut atau gunung? Gunung. Lebih dingin. Saya gampang berkeringat kalau di tempat panas. Yang ada makin galau deh.
  9. Kalau kamu di kasih mesin waktu, ke masa lalu yang mana yang ingin kamu sambangi? Hari pemilu 2009.
  10. Menurut kamu tidur siang itu penting atau tidak sih? Penting banget! Saya ini tukang molor. Hahaha.
  11. Apa pekerjaan kamu sekarang sesuai dengan cita-cita masa kecilmu? Ya dan tidak. Cita-cita masa kecil saya banyak sih. Hahaha.

 

Berikut 11 orang yang saya anugerahkan Liebster Award 2014:

  1. Shelly FW
  2. Renee Keefe
  3. Aria Anggara
  4. Hujan Kirana
  5. Cikie Wahab
  6. Adji Nugroho
  7. David Hukom
  8. Nia Fajriani
  9. Mbak Ria
  10. Devi Booboojuri
  11. Febi Febonk

Sebelas pertanyaan dari saya adalah:

  1. Apa kenangan masa kecil yang paling berkesan buatmu?
  2. Siapa karakter fiktif favoritmu? (Boleh dari film, buku, dll)
  3. Kalau kamu bisa jadi superhero, kekuatan apa yang ingin kamu miliki dan apa nama superhero yang kamu pilih?
  4. Apa guilty pleasure terbesarmu?
  5. Apa phobia yang kamu derita?
  6. Apa adiksi yang kamu derita?
  7. Apa fetish yang kamu derita?
  8. Bagian tubuh manusia mana yang menurutmu paling sensual?
  9. Kalau kamu hendak merampok bank lalu kabur dengan keren dengan mobil sport ala film-film Hollywood, lagu apa yang akan kamu setel sebagai pengiringnya?
  10. Kalau kamu ditangkap kemudian dijebloskan ke penjara tapi boleh membawa satu judul buku, buku apa yang akan kamu bawa?
  11. Kesalahan terbesar apa yang pernah kamu lakukan dalam hidupmu—selain membuang-buang waktu untuk mengikuti award ini?

 

Selamat menikmati! 😀

@AdhamTFusama