100+ Prestasi Jokowi


Daripada kampanye hitam dan bikin dosa di bulan puasa, mending kita kampanye positif aja yuk!

Buat teman-teman yang belum menentukan pilihan, nih ada 100 lebih prestasi-prestasi yang selama ini sudah diraih oleh Pak Jokowi. Kita cari tahu rekam jejaknya selama ini. Siapa tahu bisa membantu teman-teman menentukan akan memilih siapa tanggal 9 Juli 2014 nanti. Ingat, #SayNoToGolput karena golput bukan jawaban!

 

Jokowi di Majalah Fortune & Globe

Jokowi di Majalah Fortune & Globe

PENGHARGAAN KEPEMIMPINAN

1. 10 Tokoh di tahun 2008 oleh majalah Tempo.
2. Bintang Jasa Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
3. Juara 3 Walikota Terbaik di dunia.
4. The Leading Global Thinkers 2013 Award dari majalah Foreign Policy.
5. Walikota Terbaik bulan Februari 2013 dari The City Mayors Fondation di London.
6. Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta Award.
7. Bung Hatta Anticorruption Award (2010).
8. Charta Politica Award (2011).
9. Walikota Teladan dari Kementerian Dalam Negeri (2011).
10. Nomor 37 di daftar The World’s 50 Greatest Leader majalah Fortune.

 

Jokowi, Juara 3 Walikota Dunia

Jokowi, Juara 3 Walikota Dunia

PRESTASI WALIKOTA SURAKARTA / SOLO

11. 900 PKL diajak berunding sambil makan agar mau pindah ke tempat yang disediakan dan berhasil.
12. Membangun pasar tradisional Solo sehingga menjadi bagus dan bergengsi.
13. Membuat trotoar lebar 3 meter sepanjang 7 km di jalan-jalan utama Surakarta.
14. Revitalisasi Taman Belakambang, Sriwedari, dan membangun Solo Techno Park.
15. Membuat regulasi dilarang menebang pohon sembarangan di kota Solo.
16. Mencitra ulang kota Solo dengan moto “The Spirit of Java” hingga dihargai dan disorot dunia internasional.
17. Mempromosikan Solo menjadi kota sentral di pulau Jawa.
18. Mempopulerkan budaya inspeksi langsung ke lapangan atau blusukan di Solo.
19. Melarang keluarga dan saudaranya ikut tender dalam proyek pemerintah kota Solo agar tidak terjadi tindak kolusi.
20. Peduli terhadap kesehatan masyarakat.
21. Transportasi publik di Solo seperti railbus.
22. Menolak suap dan korupsi.
23. Menambah pasar-pasar tradisional yang bagus dan menekan jumlah mal di Solo.
24. Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke 2 di Indonesia.

 

PENGHARGAAN YANG DIRAIH SELAMA MENJADI WALIKOTA SOLO

25. Piala dan Piagam Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia (2009) untuk kinerja kota dalam penyediaan sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin, dan Pengembangan Managemen Pelayanan.
26. Piala Cipta bidang Pelayanan Prima Tingkat Nasional oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia (2009).
27. Penghargaan dari Departemen Keuangan berupa dana hibah sebesar Rp 19,2 miliar untuk pelaksanaan pengelolaan keuangan yang baik (2009).
28. Penghargaan UNICEF untuk Program Perlindungan Anak (2006).
29. Indonesia Tourism Award 2009 dalam kategori Indonesia Best Destination dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI bekerja sama dengan majalah SWA.
30. Penghargaan Kota Solo sebagai inkubator bisnis dan teknologi (2010) dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI).
31. Grand Award Layanan Publik Bidang Pendidikan (2009).
32. Meraih Anugerah Wahana Tata Nugraha sebanyak 5 kali (2006-2011).
33. Penghargaan Tata Tertib Lalu Tintas dan Angkutan Umum.
34. Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala dari Departemen Kesehatan (2009).
35. Kota Terfavorit Wisatawan 2010 dalam Indonesia Tourism Award 2010 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
36. Pemerintah Kota Solo meraih penghargaan Kota / Kabupaten Pengembang UMKM Terbaik versi Universitas Sebelas Maret Award 2012.
37. Penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu Kota Terbaik Penyelenggara Program Pengembangan Mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) 2011.
38. Penghargaan Langit Biru 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kategori Kota dengan Kualitas Udara Terbersih.
39. Penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Bidang Pelopor Inovasi Pelayanan Prima (2010).

 

Eh, masih nggak yakin kalau itu semua merupakan pencapaian Pak Jokowi selama beliau menjabat sebagai Walikota Solo? Kalau begitu, silakan tonton video beliau saya mempresentasikan sekaligus mempromosikan Kota Solo di event Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) berikut ini:

 

 

Eits, tunggu dulu! Itu baru sebagian kecil prestasi yang pernah diraih beliau. Masih banyak lagi pencapaian-pencapaian yang pernah beliau lakukan.

 

PRESTASI GUBERNUR DKI JAKARTA

40. Efisiensi Anggaran Pelantikan. Anggaran berhasil dikurangi dari Rp 1,05 miliar hingga Rp 500 jutaan.
41. Menghilangkan gaya kepemimpinan yang protokoler dan tidak menggunakan voorijder dalam aktivitas keseharian saat blusukan menginspeksi masalah lapangan.
42. Lebih banyak menginspeksi ke lapangan ketimbang duduk di belakang meja. Jokowi langsung berkeliling untuk melihat secara langsung permasalahan di tengah masyarakat, mulai dari kondisi perkampungan, sungai-sungai, dan lain-lain.
43. Membuka Kantor Balai Kota untuk rakyat sehingga mereka bisa dengan leluasa menyampaikan keluhan.
44. Inspeksi mendadak ke kelurahan-kelurahan untuk mendisiplinkan kinerja aparat yang selama ini sangat tidak disiplin dan banyak melakukan pungutan liar.
45. Tegas dalam kepemimpinan dalam menghadapi birokrasi yang berbelit-belit. Terbukti dengan perombakan jajaran dinas di Pemprov DKI Jakarta, menggantikan orang-orang yang kurang disiplin dengan orang-orang yang mau bekerja.
46. Memberi tambahan honor Rp 500.000 bagi RT dan RW, plus bonus prestasi bagi mereka yang mampu menciptakan terobosan dalam pekerjaannya.
47. Mengangkat budaya dan kearifan lokal Betawi dengan mewajibkan PNS untuk memakai pakaian adat Betawi pada hari Jumat yang sekarang diganti menjadi hari Rabu. Tak hanya itu, Pemprov DKI menekankan supaya bangunan di Jakarta harus bisa menampilkan karakter kebetawiannya.
48. Melakukan efisiensi dengan menyatukan kantor dinas dan balai kota.
49. Mereformasi SATPOL PP dengan menanggalkan pentungan dan menginstruksikan untuk tidak lagi melakukan tindak kekerasan tanpa kehilangan ketegasan.
50. Efisiensi acara pelantikan pejabat daerah secara sederhana dan merakyat.
51. Melakukan gebrakan transparasi rapat anggaran yang disiarkan lewat media Youtube, sehingga rakyat bisa melihat dan turut mengoreksi besar anggaran dan peruntukannya.
52. Digitalisasi program dengan bekerjasama dengan Telkom, untuk memudahkan operasional dan juga menghemat anggaran hingga Rp 20 miliar tanpa harus mengelola sendiri.
53. Memberlakukan sistem pajak online sehingga penyelewengan pajak dapat ditekan.
54. Pemberlakuan Kartu Jakarta Sehar (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
55. Penambahan fasilitas-fasilitas kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, juga penambahan dokter untuk mengimbangi lonjakan jumlah pasien.
56. Menaikan upah buruh Propinsi DKI Jakarta hingga 30%.
57. Mulai melakukan tahapan peremajaan dan penambahan transportasi umum dengan menambah ratusan bus TransJakarta dan Kopaja.
58. Memberlakukan e-Ticketing dengan sistem digital ticket untuk mempermudah pelayanan transportasi umum.
59. Mereformasi Dinas Pendidikan yang seringkali melakukan pungutan liar. Hal ini ditindaklanjuti dengan pencopotan kepala sekolah SMA MH Thamrin.
60. Mereformasi Dinas Kebersihan dan Pekerjaan Umum yang kemudian menetapkan agar masalah kebersihan dikelola oleh satu dinas sehingga tidak terjadi tumpang-tindih pekerjaan dan saling lempar tanggung jawab.
61. Terobosan untuk membersihkan aparat pemerintdah dari tindak korupsi dan narkotika dengan bekerja sama penuh dengan KPK dan BNN yang dipelopori oleh Pemprov DKI.
62. Jokowi terjun langsung ke lapangan dan memandori secara langsung saat jebolnya tanggul Latuharhari.
63. Sukses menginstruksikan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk merekayasa hujan supaya turun ke laut. Dengan demikian, intensitas hujan yang dapat menyebabkan banjir bisa dicegah.
64. Lelang jabatan untuk keluarahan, kecamatan, sampai walikota. Dengan demikian, aparat-aparat pemalas bisa diganti dengan orang-orang yang kompeten.
65. Menyediakan transportasi air untuk warga di kawasan Marunda.
66. Relokasi warga bantaran kali ke rumah susun di Marunda tanpa konflik.
67. Pemberian isi rumah susun berupa lemari es, lemari, tempat tidur, dan TV kepada penghuni menggunakan dana CSR.
68. Mulai menata Pedagang Kaki Lima (PKL). Sebanyak 36 PKL mendapat gerobak gratis. Shelter tempat mereka berjualan juga diperbaiki. Pedagang juga diberi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) secara gratis.
69. Mulai disiapkan ruang terbuka hijau yang juga menjadi sarana olahraga stadion BMW sebagai stadion berkelas internasional.
70. Uji Publik. Pertama kali dalam sejarah di Indonesia diadakan Public Hearing atau Uji Publik untuk menerima saran, masukan, dan keluhan warga.
71. Membangun rumah sakit apung di kawasan perairan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Rumah sakit ini dilengkapi ruang periksa, kamar bedah, ruang rontgen, laboratorium, dan ruang rawat pasien.
72. Memberikan KTP kepada ribuan warga Rawabadak Koja, Jakarta Utara, yang selama ini tidak punya KTP.
73. Menaikkan gaji sopir bus TransJakarta 3,5 kali dari UMP.
74. Berani menentang World Bank yang dengan pinjamannya ingin terlalu mengintervensi program Jakarta Baru dengan berbagai ketentuan yang menyulitkan.
75. Melawan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang melalui proyek MRT sengaja menekan pihak Indonesia khususnya Jakarta dengan berbagai kebijakan dan aturan pelaksanaan proyek yang memberatkan.
76. Taman vertikal di kawasan Tugu Tani untuk menghijaukan Jakarta.
77. Memasang 340 bangku taman di Jalan Sudirman hingga Jalan Medan Merdeka Barat.
78. Mengeruk sampah-sampah di pintu air Manggarai.
79. Pengembalian Pekan Raya Jakarta dari Kemayoran ke Monas sebagai bentuk perlawanan kepada kapitalisasi JIEXPO.
80. Penghapusan rumah dinas untuk lurah dan camat yang dialihfungsikan untuk kantong-kantong PKL dan RTH.
81. Nasionalisasi PALYJA sebagai perusahaan air minum yang selama ini dikuasai asing.
82. Disiapkan dokter keluarga untuk melayani kesehatan warga di masing-masing wilayah untuk mengurangi membludaknya jumlah pasien di puskesmas.
83. Pasar murah untuk menekan laju kenaikan harga akibat kenaikan BBM menjelang bulan puasa.
84. Mengadakan pesta rakyat pada saat Ulang Tahun Jakarta, dengan menyediakan 16 panggung gratis bagi warga dan seniman lokal.
85. Pemutaran drama kolosal “Ariah” dengan tiket hanya Rp 2.000 untuk membangkitkan kembali budaya dan kearifan lokal Betawi.
86. Pembangunan 300 tower rumah susun sebagai fasilitas relokasi.
87. Relokasi warga Waduk Pluit tanpa konflik.
88. Normalisasi Sungai Pakin yang dilengkapi daerah resapan air, fasilitas publik, area pejalan kaki, bahkan teater terbuka.
89. Rampungnya rumah deret di kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, untuk warga yang menjadi korban kebakaran.
90. Pengembalian luasan Waduk Pluit yang sebelumnya dikuasai mafia dan oknum pemerintah.
91. Dimulainya proyek MRT yang sudah direncanakan puluhan tahun sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan.
92. Dimulai pula proyek Monorel yang pada masa gubernur sebelumnya sempat dihentikan karena masalah dana.
93. Membangun fasilitas teater terbuka di kawasan Waduk Pluit.
94. Pengerukan sungai-sungai di DKI.
95. Normalisasi Kali Ciliwung di Masjid Istiqlal.
96. Penambahan Pintu Air Manggarai untuk mewujudkan Kali Ciliwung Bersih.
97. Peningkatan penerimaan pajak DKI semester pertama sebesar Rp 10 triliun, naik 25% dari periode sebelumnya.
98. Perubahan rute jalur transportasi di Pasar Senen untuk mengurai kemacetan.
99. Pembersihan lokasi Pasar Minggu dari PKL.
100. Menginstruksikan Dishub untuk membuat sarana busway yang ramah bagi para penyandang cacat.
101. Peresmian Busway koridor 12.
102. Mendesak PGN untuk menyuplai BBG (Bahan Bakar Gas) untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar bersih TransJakarta.
103. Meninggikan separator busway dan mendesak semua aparat untuk menerapkan disiplin lalu lintas.
104. Dibuka akses pelaporan warga kepada para pengguna jalan untuk melaporkan mobil-mobil pribadi yang masuk jalur busway.
105. Merampungkan sengketa Mbah Priok sebagai upaya pengembangan pelabuhan Tanjung Priok.
106. Mulai dilakukannya persiapan pembangunan masjid raya terbesar di wilayah Duri Kosambi, Jakarta Barat, yang dijadikan masjid terbesar di Indonesia melebihi Masjid Istiqlal.
107. Penataan pasar embrio di Kampung Makassar dan renovasi total Pasar Meruya.
108. Transparansi APBD DKI yang dapat diakses secara umum oleh masyarakat.
109. Pembangunan 8 blok rumah susun di Daan Mogot dan 8 tower rumah susun di Muara Baru.
110. Perubahan peraturan daerah tentang persyaratan Suka Sarana Kesehatan.
111. Menambah tunjangan bagi guru Madrasah hingga mencapai Rp 1.000.000.
112. Pengerukan kali dan penertiban bangunan liar di Kali Jelangkeng dan Kali Opak tanpa kekerasan.
113. Penertiban PKL di Sunda Kelapa dan Kota Tua. Penjual juga diberikan tenda, gerobak, dan seragam gratis agar tertib.
114. Mengambil alih Blok A Pasar Tanah Abang dari PT. PDI ke PD. Pasar Jaya, karena selama ini mengakibatkan Pemprov DKI Jakarta mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah.
115. Membangun jembatan penghubung antara Blok F dan Blok G di Pasar Tanah Abang.
116. Relokasi PKL Pasar Tanah Abang ke Blok G.
117. Disiapkannya show room industri kreatif bawah tanah di kawasan Monas yang akan menjadi show room terbesar di Asia khusus untuk industri kreatif dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

 

Drama kolosal "Ariah" di Monas (no. 85)

Drama kolosal “Ariah” di Monas (no. 85)

Banyak banget ya, prestasi-prestasi serta pencapaian-pencapaian yang sudah diraih Pak Jokowi. Dari daftar di atas kita telah membuktikan kalau Pak Jokowi memiliki track record yang jelas, meyakinkan, dan terbukti. Pak Jokowi tidak melakukan pencitraan belaka dan tidak pula memberi janji-janji. Beliau benar-benar bekerja, berusaha menuntaskan masalah, dan mencari solusi. Beliau memimpin dengan hati.

 

  • Beliau adalah pemimpin yang bisa diteladani, diakui di Indonesia bahkan hingga mancanegara (poin 1-10).
  • Beliau terbukti antikorupsi (poin 7, 19, 22).
  • Beliau tegas dalam mereformasi serta melakukan efiesiensi birokrasi yang selama ini berbelit-belit dan menyusahkan (poin 41-45, 48-53, 60).
  • Beliau mau mendengarkan rakyat (poin 11, 18, 43, 70).
  • Beliau terbukti tegas membela kepentingan rakyat di dalam negeri dari intervensi pihak asing (poin 74, 75).
  • Beliau terbukti memikirkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan perekonomian rakyat (poin 12, 23, 66-68, 113-116).
  • Beliau terbukti peduli pada dunia anak dan pendidikan (poin 28, 37, 54, 59, 111).
  • Beliau terbukti peduli pada kesehatan rakyat (poin 20, 34, 54, 55, 69, 71, 82)
  • Beliau terbukti peduli pada lingkungan hidup dan tata kota (poin 14, 15, 24, 38, 95, 98, 112).
  • Beliau terbukti peduli pada masalah transportasi (poin 13, 21, 33, 100-104).
  • Beliau terbukti peduli pada seni, budaya, industri kreatif, dan pariwisata (poin 16, 17, 29, 35, 47, 85, 117).

 

Saya punya 100+ alasan untuk memilih Jokowi. Bagaimana dengan kamu? Yuk, kita sama-sama ikut ambil bagian dalam menentukan masa depan bangsa!

#9Juli nanti #SayNoToGolput #AkhirnyaMilihJokowi dan #TegasPilih2

 

Jokowi: One of the World's 50 Greatest Leaders

Jokowi: One of the World’s 50 Greatest Leaders

@AdhamTFusama

 

*Daftar di atas di ambil dari Majalah Pelayan Rakyat edisi khusus Jokowi.

#Kamisan: The Game of Love: 10 Lagu Cinta untuk Segala Suasana


 

Karen Oscar Performance

Seringkali saat kita jatuh cinta atau sedang patah hati, kita mendengarkan lagu-lagu cinta yang sesuai dengan suasana hati. Dengan mendengarkan lagu-lagu tersebut, perasaan kita semakin terwakili. Lagu romantis membuat dunia semakin indah kala kita kasmaran. Lagu patah hati membuat kita semakin ingin bunuh diri.

Nah, oleh karena itulah, berhubung tema #Kamisan minggu ini adalah Game of Love, berikut saya rangkum lagu-lagu cinta untuk segala suasana.

 

The game: Diam-diam mengagumi gebetan, pengen ngedeketin tapi malu-malu. Ihik, ihik.

The fittest song: Secret Admirer

Artist: Mocca

Lyrics: O secret admirer, when you’re around the autumn feels like summer.

 

 

The game: Lagi berduaan, pengen nembak tapi nggak berani, eh malah keceplosan

The fittest song: Somethin’ Stupid

Artist: Robbie Williams & Nicole Kidman

Lyrics: And then I go and spoil it all, by saying something stupid like “I love you…”

 

The game: Bahagiaaaaa banget! Pokoknya dia yang bikin dunia kita berwarna!

The fittest song: The Magic Position

Artist: Patrick Wolf

Lyrics: It’s you who puts me in the magic position, darling now.

Trivia: Lagu ini digunakan untuk iklan Burberry. Ini juga salah satu lagu favorit saya sepanjang masa.

 

The game: Tapi, kamu kok lama-lama nggak perhatian gitu sih? Kok malah merhatiin dia?

The fittest song: Cold Shoulder

Artist: Adele

Lyrics: You grace me with your cold shoulder.

 

The game: Berantem ama pacar, baikan lagi, jambak-jambakan, baikan lagi, berantem lagi.

The fittest song: Kiss with a Fist

Artist: Florence & the Machine

Lyrics: A kiss with a fist is better than none.

 

The game: Urgh! Nih pacar nyebelin! Ngamuk aja ah!

The fittest song: I Love It

Artist: Icona Pop

Lyrics: I don’t care, I love it!

 

The game: Aku nggak tahan lagi! KITA PUTUS! LO, GUE, END! *sassy mode on, sonofabitch!*

The fittest song: Potential Breakup Song

Artist: Aly & AJ

Lyrics: This is the potential breakup song.

 

The game: Eh, tapi… aku masih cinta kamu. Jangan pergi…

The fittest song: MAPS

Artist: Yeah Yeah Yeahs

Lyrics: Wait, they don’t love you like I love you.

Trivia: Ini adalah salah satu lagu favorit saya sepanjang masa dari band favorit saya sampai saat ini.

 

The game: Pacarmu ternyata juga mau balik lagi. Plot twist: tapi dia psycho. “Aku masih cinta sama kamu! Aku nggak mau tahu! Pokoknya kita balikan!”

The fittest song: Breezeblocks

Artist: Alt + J

Lyrics: Please don’t go, I’ll eat you whole, I love you so, I love you so, I love you so.

Trivia: Salah satu lagu favorit saya sepanjang masa.

 

The game: It’s too late. You’re gonna die. “Kamu itu cuma milikku seorang. Cuma milikku seorang.” *evil grin*

The fittest song: Cinta Matiku

Artist: Mantra & Keroncong Suropati

Lyrics: Ragamu untukku, jantungmu untukku.

Trivia: Ini adalah lagu OST Rumah Dara

 

Yak! Itulah lagu-lagu cinta yang bisa kamu dengar untuk berbagai suasana. Pesan moral: hati-hati kalau pilih pacar. Terakhir, sebagai bonus ada lagu The Game of Love dari duo sekuter (selebritis yang makin kurang terkenal) Santana & Michelle Branch. Enjoy.

 

@AdhamTFusama

Tentang #Kamisan

15 Film Indonesia Terfavorit (2000-2014)


The Raid: Berandal

Perkembangan perfilman Indonesia dewasa ini semakin menggembirakan. Sejak bangkit dari mati surinya di tahun 2000-an, industri perfilman Indonesia terus menggeliat ke arah yang bisa dibanggakan. Memang masih ada film-film yang dibikin asal-asalan cuma untuk meraih sedikit keuntungan. Namun akhir-akhir ini film semacam itu semakin tergusur. Itu menandakan kalau masyarakat sudah bosan dan menginginkan film yang benar-benar bisa memuaskan mereka.

Tak hanya itu, film-film Indonesia pun sudah semakin banyak dilirik oleh masyarakat internasional. Terbukti telah banyak film karya anak bangsa yang dirilis bahkan bertarung di festival-festival film kelas dunia.

Sebagai bentuk dukungan serta tribute bagi film Indonesia, saya rangkum 15 film Indonesia favorit saya sejak tahun 2000.

Caution: this list may contain spoiler!

 

Comic 8

15. Comic 8 (2014—komedi)

Sutradara: Anggy Umbara. Pemain: Indro Warkop, Ernest, Cak Lontong, Mongol

Delapan orang masing-masing memiliki motif berbeda dalam melakukan perampokan bank. Ada yang karena iseng, hobi, bahkan galau. Sewaktu mereka terkepung polisi, kekonyolan pun semakin menjadi-jadi.

Laugh out loud: Apa jadinya jika para comicstand-up comedian—berkumpul bersama dalam satu film? Harapkan sebuah film yang mengocok perut dari awal hingga akhir. Dan, bersiaplah mulas-mulas setelah menonton, karena harapan tersebut benar-benar terpenuhi.

Chicken on the loose: Kejadian-kejadian kocak juga mengiringi perjalanan Dennis mengejar ayam untuk maskot perusahaan kecap ayahnya. Maskot (2006) adalah salah satu film komedi paling underrated di Indonesia.

 

Merantau

 

14. Merantau (2009—drama, aksi)

Sutradara: Gareth Evans. Pemain: Iko Uwais, Sisca Jessica

Yuda, pemuda asal Sumatera Barat baru saja sampai ke Jakarta tapi malah sudah terlibat masalah. Niat hati membantu Astrid an Adit, Yuda malah berurusan dengan organisasi human trafficking. Bermodal silat, dia menghadapi semua musuh yang ada.

Silat goes international: Inilah film yang mengenalkan silat ke layar lebar Indonesia bahkan dunia! Juga membuka pintu bagi Gareth dan Iko untuk berkolaborasi menghasilkan The Raid yang fenomenal. Adegan aksinya seru, kisah dramanya mencekam sekaligus menyentuh. Uda Yuda, tambo ciek!

From West Sumatera with love: Kisah para santri Pondok Madani yang bercita-cita besar dan akhirnya bisa menjelajah hingga Amerika, Eropa, hingga Afrika. Man jadda wajada, temukan “mantra”-nya di Negeri 5 Menara (2012).

 

Nagabonar 2

13. Nagabonar Jadi 2 (2007—drama, komedi)

Sutradada: Deddy Mizwar. Pemain: Deddy Mizwar, Tora Sudiro

Berkutat pada hubungan ayah-anak antara Nagabonar—mantan pejuang zaman penjajahan Jepang—dan anaknya Bonaga yang sekarang menjadi pengusaha sukses. Bonaga mendapat proyek pembangunan resort dari perusahaan Jepang. Sialnya, lokasi resort adalah lahan kebun kelapa sawit milik ayahnya.

Like father, like son: Salah satu keunggulan film ini terletak pada chemistry ayah-anaknya yang begitu hidup. Penampilan Deddy Mizwar yang tak diragukan lagi dapat diimbangi dengan baik oleh Tora Sudiro. Nilai-nilai nasionalisme juga dapat disampaikan secara subtil berkat skenarionya yang lucu, segar, sekaligus efektif.

Apa kata dunia? Saksikan kehebatan akting Deddy Mizwar dalam film Nagabonar (1987) tentang mantan pecopet yang akhirnya berjuang mengusir penjajah dari Jepang. A masterpiece!

 

Rumah Dara

12. Rumah Dara / Macabre (2009—horror, gore, slasher)

Sutradara: Mo Brother. Pemain: Shareefa Danish, Julie Estelle.

Niat membantu perempuan yang jadi korban perampokan, 6 orang sahabat malah terjebak di sebuah rumah yang dihuni oleh keluarga kanibal. Dan mereka lapar.

Enak, kaaan? Akhirnya! Sebuah film horor Indonesia yang benar-benar bisa membuat takut, bukan berisi hantu-hantu kacangan dengan plot cerita yang menggelikan. Saya masih ingat betapa senangnya saya sewaktu keluar dari gedung bioskop. Menegangkan, mengerikan, berdarah-darah!

Feast your fear: Gara-gara bermain jelangkung, sekelompok anak muda mulai diteror setan. Mereka pun melakukan perjalanan untuk menghentikan kutukan Tusuk Jelangkung (2003).

 

Quickie Express

11. Quickie Express (2007—dark comedy)

Sutradara: Dimas Djajadiningrat. Pemain: Tora Sudiro, Aming, Lukman Sardi

Tiga orang gigolo—Jojo, Marley, dan Piktor—siap memuaskan hasrat Anda sekaligus mengocok perut Anda. Namun, apa jadinya kalau Jojo malah dicintai 3 orang sekaligus?

I bring the sexy back: Film komedi yang berani dan segar. Meski premisnya terdengar vulgar namun tidak ada adegan eksplisit yang membuat kita menutup mata. Dengan akting yang bagus, penyutradaraan dan skenario yang apik, tensi cerita yang terjaga, serta adegan aksi yang komikal, tak berlebihan jika Quickie Express merupakan salah satu film komedi terlucu di Indonesia.

Undercover life: Demi bertahan hidup di Jakarta, Viki terpaksa menjadi penari striptis di kelab malam. Dia terpaksa kabur membawa Ara, adiknya yang autis, ketika Ara tanpa sengaja menyaksikan aksi pembunuhan yang dilakukan Haryo, seorang anak pejabat. Lupakan soal bukunya, Jakarta Undercover (2006) adalah film drama aksi yang seru.

 

AADC

10. Ada Apa dengan Cinta? (2002—roman remaja)

Sutradara: Rudi Soedjarwo. Pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra

Cinta yang jago menulis puisi kaget ketika yang menang lomba puisi adalah Rangga, siswa tampan yang dingin, ketus, dan misterius. Meski di awal hubungan mereka seperti air dan api, lama kelamaan benih cinta tumbuh di hati mereka.

I’m in love: Siapa yang tak kenal AADC? Siapa yang tak kenal dengan Rangga-Cinta yang sudah seperti Romeo-Juliet versi Indonesia? Film ini begitu fenomenal, hingga menjadi salah satu film pemicu movie rush di Indonesia. Hampir semua aspek di film ini menjadi fenomena di masanya. Mulai dari posternya, puisi-puisi Chairil Anwar, lagu-lagu Melly Goeslaw, hingga karier para pemain dan filmmaker-nya yang melejit gila-gilaan.

Another Romeo-Juliet: Cinta tak dapat dimungkiri oleh Cina dan Anissa kendati etnis dan agama membedakan mereka. Samaria Simanjuntak mengisahkannya dengan subtil dalam Cin(t)a (2009).

 

Janji Joni

9. Janji Joni (2005—romantic comedy)

Sutradara: Joko Anwar. Pemain: Nicholas Saputra, Mariana Renata

Demi berkenalan dengan seorang gadis cantik, Joni—seorang pengantar rol film—berjanji akan mengantarkan rol film tepat waktu. Namun, janji sulit ditepati ketika Joni malah terjebak pelbagai masalah tak terduga.

Pinky promise: Dengan taburan bintang-bintang terkenal sebagai cameo, vibe vintage yang asyik, dan ceritanya yang ringan namun adorable, menjadikan Janji Joni sebagai alah satu film romcom terbaik di Indonesia.

Jomblo’s promise: Empat orang mahasiswa jomblo sedang mencari cinta dalam film Jomblo (2006) yang diangkat dari novel berjudul sama karya Adhitya Mulya.

 

Sang Penari

8. Sang Penari (2011, drama)

Sutradara: Ifa Isfansyah. Pemain: Prisia Nasution, Oka Antara

Kisah cinta Srintil, seorang penari ronggeng dari Dukuh Paruk, dan Rasus mengalami banyak lika-liku. Diangkat dari novel klasik Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, kisah mereka yang penuh tragedi digarap secara indah oleh Ifa Isfansyah.

The dancer: Jelas merupakan salah satu film terbaik di tahunnya, mendapat banyak penghargaan termasuk Film Terbaik di FFI, dan diikutsertakan untuk bertanding di ajang Oscar. Semua aspek di film ini digarap dengan apik, mulai dari akting, penyutradaraan, artistik, hingga sinematografi. A beautifully crafted movie.

The dance: Garin Nugroho menggunakan kisah Ramayana sebagai patokan cerita Opera Jawa (2006). Sebuah film yang lebih mirip pertunjukan seni yang penuh enigma.

 

Gie

7. Gie (2005—drama, autobiografi)

Sutradara: Riri Riza. Pemain: Nicholas Saputra, Wulan Guritno

Nicholas Saputra adalah Soe Hok Gie, seorang mahasiswa, demonstran, dan pecinta alam yang kritis serta idealis. Gie diangkat dari buku Catatan Seorang Demonstran yang ditulis oleh Soe Hok Gie sendiri, menceritakan tentang masa muda Gie hingga dia meninggal dunia.

The rebel: Bagi saya, Gie adalah salah satu pencapaian terbaik dari Riri Riza dan Mira Lesmana. Akting pemainnya yang luar biasa—terutama Nico sebagai Gie, skenario yang digarap baik, artistik dan sinematografi yang menawan, menjadikan film ini banyak menuai pujian. Gie diganjar 3 Piala Citra termasuk Film dan Aktor Terbaik.

The legends: Ario Bayu adalah proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia di film Soekarno (2013) garapan Hanung Bramantyo. Atau, saksikan penampilan Reza Rahardian sebagai B.J. Habibie muda dalam Habibie & Ainun (2012).

 

Petualangan Sherina

6. Petualangan Sherina (2000—musikal, petualangan)

Sutradara: Riri Riza. Pemain: Sherina Munaf, Derby Romero

Sherina, gadis periang dan pemberani, pindah ke Bandung dan berkenalan dengan Sadam yang sombong dan belagu. Yang semula merupakan musuh bebuyutan, mereka akhirnya berkawan setelah Sherina menolong Sadam yang diculik.

The sound of music: Ini dia salah satu film yang ikut membangkitkan perfilman Indonesia dari “mati suri”. Sebuah film anak dan keluarga yang hangat, menghibur, dan memorable. Siapa yang bisa melupakan keceriaan Sherina, Sadam, dan lagu serta musiknya?

Kid on screen: Seorang anak terpaksa ke jermal untuk mencari ayahnya, Jermal (2008) adalah film yang mengharukan sekaligus menyayat hati.

 

Arisan!

5. Arisan! (2005—drama, komedi)

Sutradara: Nia Dinata. Pemain: Tora Sudiro, Cut Mini, Surya Saputra, Aida Nurmala

Arisan menjadi ajang kaum sosialita ibukota untuk berkumpul dan memamerkan kemapanan hidup mereka di usia yang masih relatif muda. Namun, di balik gemerlap, mereka menyimpan banyak masalah, dari masalah perkawinan hingga kegamangan orientasi seksual.

Bold and brass: Ini adalah sebuah film yang berani, karena merupakan film Indonesia pertama yang mengangkat topik LGBT. Diceritakan dengan jujur, terbuka, namun tetap ringan dan jenaka. Arisan! jelas merupakan masterpiece Teh Nia Dinata.

Love for share: Setelah mengangkat isu LGBT, Teh Nia Dinata kembali memproduksi film dengan tema berani Berbagi Suami (2006) menyoroti isu poligami dengan jenaka tapi tetap menyentil.

 

The Raid 2

4. The Raid 2: Berandal (2013—action, crime)

Sutradara: Gareth Evans. Pemain: Iko Uwais, Arifin Putra, Tio Pakusadewo

Langsung melanjutkan kisah dari film pertamanya, sekarang Rama harus masuk penjara demi berteman dengan Uco, anak konglomerat sekaligus ketua mafia bernama Bangun. Tujuannya hanya satu: supaya Rama dapat menumpas para gangster itu dari dalam.

Sh*t just got real: Skala film pertama benar-benar dipompa hingga 2 kali lipat di film ini. Adegan kebut-kebutan di jalanan Jakarta akan membuat seri The Fast and The Furious tidak ada apa-apanya. Dan, final battle-nya benar-benar mengekploitasi silat hingga maksimal. Gareth brings the action like nobody’s business!

The infamous “brother”: Di tahun yang sama, Killers garapan Mo Brothers dirilis dan sama-sama menuai pujian seperti The Raid 2 pada ajang Sundance Festival.

 

The Raid

3. Serbuan Maut / The Raid (2011—action, crime)

Sutradara: Gareth Evans. Pemain: Iko Uwais, Ray Sahetapi

Rama, seorang anggota polisi, ikut dalam misi berbahaya menyergap sarang gangster milik Tama, seorang gembong narkoba yang kejam. Dia dan rekan-rekannya terjebak dan harus bertahan hidup melawan puluhan anak buah Tama yang kejam.

The hell unleashed: Akhirnya! Sebuah film aksi garapan anak bangsa yang membuat saya menangis haru! Pertama kali menonton, saya tak percaya kalau film Indonesia bisa sekeren ini! Bahkan lebih keren dari film aksi Hollywood kebanyakan. Seru, menengangkan, mengasyikkan, memompa adrenalin tanpa selama henti 90 menit nonstop! Salah satu film action terbaik yang pernah saya saksikan.

Kick ass: Joko Anwar mempersembahkan Kala: Death Time (2007), sebuah film noir pertama di Indonesia yang dianggap salah satu lompatan tertinggi dalam sejarah perfilman Indonesia oleh para kritikus.

 

Pintu Terlarang

2. Pintu Terlarang (2009—thriller)

Sutradara: Joko Anwar. Pemain: Fachri Albar, Marsha Timothy

Hidup Gambir terlihat sempurna. Karier sebagai pematung yang sukses dan memiliki istri cantik bernama Talyda. Namun, dibalik kesempurnaan itu ada rahasia kelam yang berusaha ditutup rapat oleh Talyda. Apa pun yang terjadi, Gambir tak boleh membuka pintu berwarna merah di ruang bengkel seninya.

The forbidden door: Diangkat dari novel berjudul sama karya Sekar Ayu Asmara, Pintu Terlarang boleh dibilang sebagai film thriller terbaik di Indonesia. Ceritanya cerdas, nuansa jazzy-nya berkelas, misterinya terjaga hingga akhir, tensinya dibangun dengan baik, dan ending-nya begitu mengejutkan. Arguably the best Indonesian movie of this decade.

Mindf**k: Satu lagi persembahan Sekar Ayu Asmara, sebuah film berjudul Belahan Jiwa (2005). Berkisah tentang empat orang wanita dengan empat masalah berbeda yang saling terkait dengan seorang wanita misterius bernama Cempaka. Barangkali, Belahan Jiwa adalah film thriller Indonesia paling underrated sampai saat ini.

 

Laskar Pelangi

1. Laskar Pelangi (2008—drama)

Sutradara: Riri Riza. Pemain: Cut Mini, Ikranegara

Diangkat dari novel fenomenal berjudul sama karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi mengisahkan tentang sebelas siswa di sebuah sekolah sederhana di Belitong. Kendati sederhana, mereka tetap giat menuntut ilmu berkat guru mereka yang isnpiratif.

Childhood memory: Inilah film Indonesia favorit saya karena alasan yang sederhana: kisahnya mengingatkan pada masa kecil saya di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Alhasil, film ini terasa begitu personal. Saya bahkan tak malu mengakui kalau saya menangis sewaktu menontonnya gara-gara merindukan teman-teman masa kecil saya. Menyentuh, hangat, sekaligus indah. Terima kasih Andrea Hirata, Riri Riza, dan Mira Lesmana.

The dream chaser: Kegigihan guru inspiratif juga dapat disaksikan di film Sokola Rimba (2013), diangkat dari pengalaman Butet Manurung yang mengajarkan anak-anak Orang Rimba di Jambi.

 

Anggota Laskar Pelangi

Itulah daftar film-film favorit saya karya anak bangsa. Maju terus perfilman Indonesia!

 

@AdhamTFusama