Selamat Ulang Tahun, Mama


Mama dan anak-anaknya

Mama sayang, hari ini Mama berulang tahun yang ke-51. Sudah melewati setengah abad di Bumi ini. Usia yang sudah beranjak setengah baya tapi Mama masih cantik dan terlihat awet muda kok. Hehehe.

Mama, terima kasih sudah melahirkan Aa ke dunia. Daddy bilang, persalinan Aa itu sulit namun Mama berjuang keras. Takbir tak henti-hentinya Mama serukan, meminta pertolongan Tuhan supaya Aa bisa lahir dengan sehat dan selamat.

Ma, terima kasih sudah membesarkan Aa dengan sebaik-baiknya, dengan limpahan kasih sayang dan cinta tak bersyarat setiap harinya. Terima kasih juga sudah mendidik Aa supaya menjadi anak yang saleh, berakhlak, dan berilmu.

Ma, lidah Aa kelu tiap kali mengingat begitu banyak kesalahan yang Aa lakukan. Aa belum bisa menjadi anak yang Mama harapkan. Aa masih suka menentang, membantah, dan melawan, semata karena ego dan ketidaktahuan. Aa masih sering membalikkan punggung dari kata-kata Mama, cuma gara-gara Aa pikir Aa tahu apa yang Aa lakukan.

Tapi Aa salah, Ma, karena Aa tidak tahu apa-apa kalau bukan berkat bimbingan, nasihat, serta doa dari Mama. Aa bahkan tidak tahu kalah selama ini Mama menunggu dengan sabar di belakang punggung Aa, menunggu Aa membalikkan badan lalu berlari kembali ke pelukan Mama.

Sekarang, izinkan Aa kembali ke pelukanmu, Ma. Aa kangen dengan hangatnya dekap penuh cinta dari Mama.

Maafin Aa, Ma. Maaf karena Aa masih suka menyusahkan Mama. Aa sudah terlalu sering membikin Mama kecewa, sedih, bahkan menangis. Kalau semisalnya Allah memanggil Aa sekarang, Aa yakin Allah tidak akan rida memberikan surga-Nya, semata karena Aa pernah menyakiti perasaan Mama sedemikian dalam.

Tapi, Mama tetap sabar. Mama tidak pernah memukul apalagi sampai mengusir Aa dari rumah. Mama membalas semua dengan ketegaran, kasih sayang, dan untaian doa yang tiada putus.

Mama adalah ibu terbaik yang bisa diharapkan oleh anak mana pun di dunia ini. Mama barangkali bukan ibu terbaik di dunia, tapi Aa tidak menginginkan ibu yang terbaik di dunia. Aa butuh ibu yang terbaik bagi hidup Aa. Dan, Mama adalah ibu itu.

Terima kasih karena Mama sudah menjadi pelita bagi kami, anak-anakmu. Terima kasih sudah membuat hidup kami sangat bahagia.

Ma, mustahil bagi Aa bisa membalas seluruh jasa Mama yang melebihi bintang di angkasa. Namun, Aa akan terus mendoakan Mama meski Allah barangkali belum sudi untuk mendengarkan doa dari anak seperti Aa.

Tapi, tidak apa-apa. Aa akan selalu mendoakan Mama di setiap sujud Aa hingga Allah sudi mendengarkan doa Aa, hingga Allah rida dengan Aa, hingga Allah rida dengan Mama dan menempatkan Mama di surga-Nya. Aa akan terus berdoa untuk Mama walau dibutuhkan waktu seumur hidup untuk melakukannya. Insya Allah.

Mama, hari ini Mama berulang tahun. Aa doakan semoga Mama selalu berada dalam lindungan dan di bawah limpahan karunia-Nya. Semoga Allah rida pada Mama.

Selamat ulang tahun, Ma. Bahagia selalu. Aa sayang Mama.

 

Peluk dan cium,

 

 

Pako’a, Cengci, Cumike.

 

@AdhamTFusama

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s